Summary of "Klasifikasi Arsip Sistem Nomor atau Numerical Filling System"

Klasifikasi Arsip: Sistem Nomor / Numerical Filing System

Ringkasan utama

Video menjelaskan klasifikasi arsip berbasis angka (numerical filing), dengan dua pendekatan utama:

Ditekankan pula pentingnya daftar klasifikasi (index list) yang memetakan subjek ke kode numerik agar penomoran konsisten dan memudahkan penyimpanan serta pengambilan arsip.

“Angka (numeral) adalah simbol tertulis (biasanya angka Arab) yang digunakan untuk menandai urutan atau mengidentifikasi berkas (surat masuk/keluar, invoice, presensi, registrasi, kode ruangan, dll.).”


Apa itu sistem nomor / filing number system

Sistem nomor adalah prosedur pengurutan yang menggunakan urutan numerik sebagai panduan pengorganisasian arsip. Penggunaan dapat bersifat:

Daftar klasifikasi harus dibuat dan dipelihara agar penugasan kode konsisten.


Metodologi — langkah-langkah umum

  1. Pilih sistem numerik yang akan digunakan

    • Agenda numeric (menggunakan nomor agenda/urutan).
    • Decimal / Dewey-style classification (kode subjek hirarkis).
  2. Jika menggunakan Agenda Numeric — tiga varian umum:

    • Sequential-number filing: nomor bertambah (1, 2, 3, …) dan disimpan menurut urutan numerik.
    • Terminal-digit filing: menggunakan digit terakhir (mis. dua digit terakhir) sebagai kunci pengurutan utama (grup 00–99).
    • Terminal-three-digit filing: sama, tetapi memakai tiga digit akhir.
    • Kegunaan tipikal: buku registrasi, invoice, daftar hadir, kode ruangan.
  3. Jika menggunakan sistem Decimal / Dewey-style:

    • Bentuk kelas hirarkis:
      • Main classes: 10 kelas utama (000–900).
      • Setiap kelas utama terbagi menjadi 10 division (mis. 200 → 210, 220, …).
      • Setiap division menjadi 10 section.
      • Section dapat diperluas menjadi subseksi dengan titik desimal (mis. 011.1, 011.2 …).
    • Skala hasil (dengan perluasan): 10 main classes → 100 divisions → 1.000 sections → 10.000 subsections.
    • Penugasan kode: cocokkan subjek berkas ke kelas/division/section/subsection pada daftar klasifikasi.
  4. Prosedur umum saat dokumen masuk/keluar:

    • Identifikasi subjek dokumen.
    • Cocokkan dengan daftar klasifikasi untuk menentukan kode yang tepat.
    • Catat kode di register/ledger arsip dan/atau pada label dokumen/berkas.
    • Simpan dokumen pada media penyimpanan (lemari, folder, map) sesuai urutan numerik.

Contoh pembuatan daftar klasifikasi perusahaan (workflow contoh)

Contoh rincian:

Proses penanganan dokumen:

  1. Tentukan subjek dokumen.
  2. Cari subjek pada daftar klasifikasi untuk mendapatkan kode.
  3. Catat kode pada buku register dan/atau label.
  4. Simpan sesuai urutan numerik.

Konvensi pengkodean dan pencatatan


Contoh praktis dari video


Tips praktis / Pelajaran penting


Pembicara dan sumber

Category ?

Educational


Share this summary


Is the summary off?

If you think the summary is inaccurate, you can reprocess it with the latest model.

Video