Video summary
Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia | Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem-Roijen dan KMB
Main summary
Key takeaways
Diplomasi dan Perjanjian dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
Upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan lewat pertempuran, tetapi juga melalui jalur diplomasi dan perjanjian dengan Belanda, yaitu Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem–Roijen, serta Konferensi Meja Bundar (KMB).
Perjanjian Linggarjati (ditandatangani 25 Maret 1947, di Linggarjati, Jawa Barat)
Merupakan perundingan Indonesia–Belanda yang menentukan status kemerdekaan Indonesia.
Hasil utama:
- Belanda mengakui kekuasaan de facto Republik Indonesia atas Jawa, Sumatra, dan Madura.
- Belanda harus meninggalkan wilayah Republik Indonesia paling lambat 1 Januari 1949.
- Kedua pihak sepakat membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Indonesia berada dalam lingkup Persemakmuran (Commonwealth).
Muncul pro-kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Implementasi tidak berjalan mulus: pada 20 Juli 1947, Van Mook menyatakan Belanda tak lagi terikat perjanjian, lalu Agresi Militer Belanda (21 Juli 1947) terjadi.
Perjanjian Renville (ditandatangani 17 Januari 1948, di kapal perang AS di dekat Tanjung Priok)
Perundingan dimulai 8 Desember 1947 dan dimediasi Komisi Tiga Negara (KTN): AS, Australia, Belgia.
- Delegasi Indonesia dipimpin Amir Syarifuddin
- Delegasi Belanda dipimpin R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo
Hasil utama:
- Belanda hanya mengakui wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian Republik Indonesia.
- Disepakati garis pemisah antara wilayah Indonesia dan wilayah yang diduduki Belanda.
- TNI harus menarik pasukan dari kantong-kantong (enclave) di wilayah yang diduduki Belanda di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Perjanjian Roem–Roijen (mulai 14 April 1949, ditandatangani 7 Mei 1949, di Hotel Des Indes, Jakarta)
Dinamakan dari dua pemimpin delegasi: Mohammad Roem dan Herman Roijen.
Tujuan: menyelesaikan persoalan kemerdekaan sebelum Konferensi Meja Bundar.
Hasil utama:
- Tentara/gerilyawan menghentikan semua aktivitas.
- Pemerintah Republik Indonesia menghadiri KMB.
- Pemerintah Indonesia mengembalikan pemerintahan ke Yogyakarta.
- Tentara Belanda menghentikan operasi militer dan membebaskan tawanan perang.
Konferensi Meja Bundar (KMB) / Hasil Akhir
Hasil KMB mencakup:
- Belanda mengakui Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara merdeka dan berdaulat.
- Status Irian Barat diselesaikan dalam waktu satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
- Pembentukan Uni Indonesia–Belanda.
- RIS mengembalikan milik/asset Belanda serta memberi konsesi dan izin baru bagi perusahaan-perusahaan Belanda.
- Pengambilalihan utang Hindia Belanda oleh RIS (Republik Indonesia Serikat).
Daftar Presentor/Kontributor
- HC Van Mook
- Amir Syarifuddin
- R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo
- Muhammad Roem
- Herman Roijen
- (Komisi Tiga Negara/KTN: Amerika Serikat, Australia, Belgia)