Video summary

ID NERWORKERS WEBINAR MIKROTIK - 20 JULI 2026

Main summary

Key takeaways

Technology

Teknologi/konsep utama yang dibahas (MikroTik untuk SOHO)

  • Desain SOHO sangat “simple”: fokus utamanya adalah pengantaran internet dan agar client bisa akses internet.
  • Pola layanan yang ditekankan:
    • DHCP client dari sisi “internet” (port WAN) untuk mendapatkan IP otomatis.
    • DHCP server untuk sisi LAN (port Ethernet ke user) agar perangkat client dapat IP otomatis dari MikroTik.
    • Unmanaged switch untuk LAN (tidak ada segmentasi/fitur advanced di switch).
    • NAT agar IP lokal bisa “dipetakan” ke jaringan internet (alamat publik dari ISP).

Panduan/aturan praktis (tutor/demo)

1) Estimasi kebutuhan bandwidth

  • Bandwidth harus disesuaikan dengan aktivitas klien:
    • Untuk sekadar email: disebut cukup ±50 Mbps.
    • Untuk download/streaming: bisa perlu lebih besar, disebut 100 Mbps sampai 1 Gbps.
  • Catatan pembahasan: harga internet 1 Gbps ~ Rp 250.000 (sebagai konteks perencanaan).

2) Tools presentasi (catatan ringan)

  • PowerPoint untuk presentasi.
  • Untuk scribble/doodling: Epic Pen.

3) Simulasi lab sebelum implementasi (PNet/PenLab)

  • Demo dilakukan di virtual lab menggunakan PinetLab.
  • Dijelaskan bahwa wireless tidak bisa dipakai di simulasi virtual ini (atau tidak bisa untuk skenario wireless).

4) Setup topologi lab MikroTik (demo langkah-langkah)

  • Membuat lab/topologi “webinar”.
  • Menambahkan:
    • Internet source
    • MikroTik RouterOS (dipilih versi 7 dalam demo; opsi versi 6 juga disebut ada)
    • Switch unmanaged untuk LAN
  • Menggunakan Winbox untuk konfigurasi (diskusi singkat CLI vs Winbox):
    • Disarankan jangan konfigurasi ganda (CLI + Winbox sekaligus) karena bisa “clash”.

5) Konfigurasi dasar di MikroTik

  • Identity/name perangkat diubah supaya gampang dilacak jika ada banyak MikroTik.
  • User:
    • Admin sempat disebut login, lalu admin diremove dan dibuat user baru (contoh password disederhanakan di demo).
  • IP addressing:
    • WAN (port 1) umumnya sudah DHCP client.
    • LAN (port 2) diset IP mis. 50.1 (Ether2).
    • Saran penting: hindari IP LAN yang umum dipakai modem (contoh: 192.168.1.1, 192.168.100.1, 192.168.18.1, 101.1) supaya tidak konflik dengan IP management modem.

6) DHCP server (setup cepat + lease time)

  • Menggunakan fitur DHCP setup:
    • Mengarah ke interface LAN (Ether2).
    • Lalu klik next sampai selesai.
  • Fungsi lease time/renewal:
    • MikroTik tidak membagikan IP permanen, tetapi seperti rental.
    • Default lease disebut:
      • RouterOS v7: 30 menit
      • RouterOS v6: 10 menit
    • Bisa dikustomisasi.

7) Default route (gateway internet)

  • Default route (0.0.0.0/0) bisa otomatis ada lewat opsi “add default route” pada DHCP client.
  • Jika DHCP client diset dengan “add default route = yes”, maka default route otomatis “muncul”.

8) NAT (inti agar internet bisa jalan)

  • NAT diletakkan di: IP → Firewall → NAT.
  • Pemilihan action:
    • Masquerade lebih dipilih untuk kasus IP internet dinamis.
  • Alasan konsep Masquerade:
    • Jika public IP dari ISP berubah (mis. 111 → 222 → 333), MikroTik menyesuaikan NAT otomatis sesuai IP terbaru.
  • Jika public IP statis, maka seharusnya bisa pakai tipe NAT lain (konsepnya disebut: NAT source / pendekatan static).

9) DNS

  • DNS bisa otomatis terbawa via DHCP dari sisi WAN.
  • MikroTik kemudian mendistribusikan DNS ke client.

Hasil demo/testing

  • Setelah DHCP server dan NAT dikonfigurasi, client Linux virtual mendapatkan IP via DHCP.
  • Client bisa akses:
    • uji via browser ke contoh domain idn.id.
  • Web access dianggap bekerja jika:
    • client dapat IP dari DHCP
    • NAT sudah benar sehingga traffic bisa keluar ke internet

Analisis: masalah umum SOHO & troubleshooting

Penyebab umum lambat

  • Jaringan tidak tersegmentasi → bandwidth terasa seperti “satu” untuk semua, sehingga manajemen kurang efektif.

Troubleshooting yang disinggung

  • Printer sharing tidak bisa diakses → kadang butuh restart (contoh kasus user).
  • Internet lambat → sering terkait bandwidth/management (perlu konfigurasi agar bandwidth bisa dikelola benar di MikroTik).
  • Saran arah investigasi:
    • Jika ada issue lain, peserta diminta sharing via chat.

Rekomendasi desain/produk & keputusan pemilihan perangkat

  • Pemilihan router Mikrotik untuk SOHO disarankan berbasis:
    • jumlah user
    • aktivitas user (email/download/streaming)
    • kebutuhan desain (mis. segmentasi/fitur)
    • budget
  • Penekanan untuk SOHO:
    • domain tidak selalu diperlukan
    • jumlah segment jaringan fleksibel: tergantung kebutuhan pembagian divisi (mis. HRD vs karyawan bisa jadi 2 jaringan; jika ada divisi baru tinggal tambah/merge)

Kesalahan umum saat membangun jaringan

  • “Yang penting jalan dulu” dengan mencari budget paling minimum:
    • contoh disebut pemilihan Mikrotik yang kebesaran/tidak sesuai kebutuhan (konteks: salah sizing)
  • Kabel/switch dipilih yang murah/kurang kualitas
  • Unmanaged switch dipilih terlalu murah (disebut kisaran “tens of thousands”), sehingga performa/optimalitas tidak maksimal

Hal lain yang disebut (tema lanjutan)

  • Ide webinar lanjutan:
    • segmentasi/guest network
    • VPN untuk kantor pusat-cabang
    • BGP (disebut topik panjang; MTCI lebih cocok dalam konteks rute belajar/sertifikasi)
  • Disebut juga konsep “Mikrotik uses VRRP/VNRP” (diucapkan seperti “VNRP”/“VRRP”), namun tidak di-depth.

Speaker / sumber utama (di akhir)

  • Mas Mahesa: pembicara utama/workshop material yang membawakan demo & arahan konfigurasi.
  • Moderator / tim IDN: mengelola sesi, menyampaikan info kuis/sertifikat dan dukungan ke peserta.
  • Istilah dari peserta: jawaban Q&A dari peserta webinar juga disebut, namun speaker utama tetap Mas Mahesa.

Original video