Video summary
POLA-POLA HEREDITAS part 4 (PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL - Interaksi genetik)| Biologi XII SMA
Main summary
Key takeaways
Ringkasan
Video membahas lima bentuk interaksi genetik yang menimbulkan penyimpangan semu dari pola pewarisan Mendel. Pada contoh-contoh ini, sifat yang tampak ditentukan oleh interaksi beberapa gen, bukan oleh satu gen saja.
1. Atavisme: bentuk jengger ayam
Interaksi dua gen menghasilkan empat bentuk jengger:
- R_P_: walnut
- R_pp: rose
- rrP_: pea
- rrpp: single
Contoh persilangan yang dijelaskan:
- Induk rose RRpp disilangkan dengan induk pea rrPP.
- Keturunan F1 seluruhnya RrPp, sehingga berjengger walnut.
- Jika F1 disilangkan sesamanya, F2 memiliki perbandingan fenotipe 9 walnut : 3 rose : 3 pea : 1 single.
Penyimpangan terlihat karena kombinasi dua gen menghasilkan bentuk walnut, yang berbeda dari bentuk yang muncul ketika masing-masing gen bekerja sendiri.
2. Polimeri: warna biji gandum
Polimeri adalah interaksi dua atau lebih gen yang memengaruhi sifat yang sama secara kumulatif. Dalam contoh warna biji gandum, semakin banyak alel dominan yang berkontribusi, semakin pekat warna merahnya.
- Empat alel dominan menghasilkan merah paling gelap.
- Tiga menghasilkan merah.
- Dua menghasilkan merah sedang.
- Satu menghasilkan merah muda.
- Tidak ada alel dominan menghasilkan putih.
Jika dua pasang gen bersegregasi secara bebas, F2 dapat terbagi ke dalam lima tingkat warna dengan rasio 1 : 4 : 6 : 4 : 1. Jika warna hanya dikelompokkan menjadi merah dan putih, rasionya 15 merah : 1 putih.
3. Kriptomeri: warna bunga Linaria maroccana
Kriptomeri berarti pengaruh suatu gen dominan tersembunyi saat berdiri sendiri, tetapi tampak ketika berinteraksi dengan gen dominan lain.
Dalam contoh bunga:
- Gen A diperlukan untuk menghasilkan pigmen antosianin.
- Gen B memengaruhi kondisi sel yang membuat pigmen tampak ungu.
- A_B_ menghasilkan bunga ungu.
- A_bb menghasilkan bunga merah.
- aa__ menghasilkan bunga putih karena tidak ada antosianin.
Persilangan bunga merah AAbb dengan bunga putih aaBB menghasilkan F1 AaBb yang berwarna ungu. Persilangan sesama F1 menghasilkan F2 dengan rasio 9 ungu : 3 merah : 4 putih.
4. Epistasis dan hipostasis
Pada epistasis, satu gen menutupi atau mengalahkan pengaruh gen lain:
- Gen yang menutupi disebut epistatik.
- Gen yang tertutupi disebut hipostatik.
Dalam ilustrasi warna biji yang disampaikan:
- H_ menghasilkan warna hitam dan menutupi pengaruh gen lain.
- Jika tidak ada H tetapi terdapat K_ (hhK_), warna menjadi kuning.
- hhkk menghasilkan warna putih.
Persilangan F1 sesamanya menghasilkan rasio F2 12 hitam : 3 kuning : 1 putih.
5. Gen komplementer: warna bunga Lathyrus odoratus
Gen komplementer adalah gen-gen dominan yang harus hadir bersama agar suatu sifat muncul.
- Gen C memungkinkan terbentuknya pigmen antosianin.
- Gen P mengaktifkan proses yang membuat pigmen tampak.
- Hanya C_P_ yang menghasilkan bunga ungu.
- Jika salah satu gen berada dalam keadaan homozigot resesif, bunga menjadi putih.
Persilangan bunga putih CCpp dengan ccPP menghasilkan F1 CcPp yang berwarna ungu. Persilangan sesama F1 menghasilkan rasio 9 ungu : 7 putih.
Pola umum penyelesaian persilangan
Contoh-contoh video mengikuti langkah berikut:
- Tentukan gen dan alel yang memengaruhi sifat.
- Tetapkan genotipe induk berdasarkan fenotipenya.
- Tentukan gamet yang dapat dibentuk masing-masing induk.
- Susun kombinasi genotipe keturunan, biasanya dengan papan Punnett.
- Kelompokkan genotipe berdasarkan aturan interaksi gen untuk memperoleh fenotipe dan rasionya.
Pembicara atau sumber yang ditampilkan
- Satu orang presenter/pengajar biologi yang menjelaskan materi. Namanya tidak disebutkan dalam subtitle.
- Tidak ada pembicara atau sumber lain yang teridentifikasi.
Rate this summary
Your feedback will help improve summaries.
Improve this summary
Reprocess with a stronger model when the summary feels incomplete or inaccurate.
Translate summary in another language
Ask questions to this video
Chat for follow-up questions, clarifications, and source-backed answers.